PIPA HDPE

Pipa HDPE atau PE 100

Pipa HDPE 100

Pipa HDPE, banyak kita jumpai dan tidak asing lagi dengan brand Langgeng, Rucika, Vinilon, Supralon, dan brand lainnya. Pipa  terbagi dari beberapa jenis pipa yang di produksi di antaranya yaitu Pipa HDPE, Pipa PVC, Pipa Limbah dan pipa lainya.

Pipa HDPE Terbuat dari bahan pilihan dari biji plastik (High Density Polyethylene), yang di produksi dengan tenaga ahli dan mesin yang modern. yang di produksi dengan bentuk kemasan Roll (Coil) dan Batangan.

Pipa HDPE  sebelum tersebar luas di pasaran banyak melewati proses dan memiliki kelengkapan sertifikat di antaranya: Surat Jaminan Kualitas, Surat Uji Laboraturium, Surat Standart Nasional Indonesia ( SNI ).

Kenapa Harus Pipa HDPE ?

Pipa di gunakan berdasarkan kegunaan dan kebutuhan masing – masing, tapi Kenapa harus pipa HDPE? pipa hdpe memiliki banyak kelebihan di banding pipa lain nya.

Kelebihan Pipa HDPE

KEUNGGULAN
Pipa HDPE memiliki banyak keunggulan dibandingkan Pipa Galvanis dan Pipa plastik jenis lain. diantaranya adalah:

  1. Fleksibel
    Pipa HDPE memiliki daya lentur yang tinggi, cocok digunakan diadaerah yang sulit, misalkan daerah yang memiliki permukaan tidak rata, daerah rawan gempa, rawa-rawa, maupun perbukitan
  2. Ringan
    Pipa HDPE memiliki bobot yang ringan, sehingga memudahkan instalator saat transportasi maupun pemasangan
  3. Tahan Karat
    Terbuat dari biji plastik Polyethylene yang bersifat non-corrosive jadi tidak bisa berkarat
  4. Tahan Kimia
    Tahan terhadap asam ataupun basa kuat
  5. Tahan Keretakan
    Memiliki crack resistance yang tinggi sehingga tidak retak ataupun pecah
  6. Tahan Abrasi dan Pengendapan
    Memiliki permukaan dalam pipa yang halus dan licin sehingga meminimalisir terjadinya abrasi dan sedimentasi
  7. Tahan Suhu Rendah
    Pipa HDPE memiliki titik rapuh jauh di bawah 0°C, sehingga aman dalam pemasangan /penggunaan dalam suhu rendah
  8. Umur Panjang
    Pipa HDPE awet, di desain dengan lifetime hingga lebih 50 tahun
  9. Kualitas Internasional
    Telah memiliki lisensi dari SNI dan juga ISO

Spesifikasi pipa HDPE

Pipa HDPE terbagi dari beberapa spesifikasi berdasarkan tebal dinding pipa (ticknes) Standard Dimensional Ratio (SDR) atau Pressure Nominal (PN), Berikut tabel Spesifikasi Pipa HDPE:

DIAMETER LUAR NOMINAL
PANJANG PIPA S-12,5 S-10 S-8 S-6,3 S-5 S-4
SDR-26 SDR-21 SDR-17 SDR-13,6 SDR-11 SDR-9
(mm) (m) PN 6,3 PN-8 PN-10 PN-12,5 PN-16 PN-20
20 250 2,0 2,3
25 250 2,0 2,3 3,0
32 250 2,0 2,4 3,0 3,6
40 100 2,0 2,4 3,0 3,7 4,5
50 100 2,0 2,4 3,0 3,7 4,6 5,6
63 100 2,5 3,0 3,8 4,7 5,8 7,1
75 50 3,0 3,6 4,5 5,5 6,8 8,4
90 50 3,5 4,3 5,4 6,6 8,2 10,1
110 6 4,2 5,3 6,6 8,1 10,0 12,3
160 6 6,2 7,7 9,5 11,8 14,6 17,9
200 6 7,7 9,6 11,9 14,7 18,2 22,4
250 6 9,6 11,9 14,8 18,4 22,7 27,9
315 6 12,1 15,0 18,7 23,2 28,6 35,2
355 6 13,6 16,9 21,1 26,1 32,2 39,7
400 6 15,3 19,1 23,7 29,4 36,3 44,7
450 6 17,2 21,5 26,7 33,1 40,9 50,3
500 6 19,1 23,9 29,7 36,8 45,4 55,8
560 6 21,4 26,7 33,2 41,2 50,8 62,5
630 6 24,1 30,0 37,4 46,3 57,2 70,3
710 6 27,2 33,9 42,1 52,2 64,5 79,3
800 6 30,6 38,1 47,4 58,8 72,6 89,3

PENYAMBUNGAN
Untuk sistem penyambungan, tersedia 2 metode, yakni Fusion Welded Joints (Butt Fusion & Electrofusion) dan Mechanical Compression Joints.

  • Fusion Welded Joints
    Untuk Fusion Welded Joints, penyambungannya menggunakan mesin pemanas. Jadi Pipa dan Fitting disambungkan dengan elemen pemanas, sehingga menghasilkan sambungan yang sempurna dan bersenyawa. Dalam hal ini, ada 2 jenis mesin pemanas, yakni Butt Fusion dan Electrofusion.
  1. Butt Fusion
    Pemanasan yang dilakukan untuk menyambung pipa adalah melakukan pemanasan pada pipa yang akan disambung hingga mencapai titik leleh kemudian didinginkan sehingga kedua bagian pipa menyatu. Mesin penyambung pipa HDPE butt fusion ini lebih dikenal dengan sebutan mesin las HDPE. Proses penyambungan menggunakan teknik pemanasan dan tekanan.
  2. Electro Fusion
    Di dalam Fitting Electro fusion, terdapat kawat-kawat filamen yang berfungsi untuk terjadinya peleburan (fusion), selain itu terdapat lubang atau konektor yang berfungsi untuk mengalirkan listrik. Sehingga terdapat konektor plus (+) dan minus (-).
  3. Mechanical Compression JointsBerbeda dengan Fusion Welded Joints, penyambungan dengan metode Mechanical Compression Joints dilakukan tanpa alat bantu berupa mesin pemanas. Penyambungannya menggunakan Fitting Compression. Jadi, Pipa langsung dimasukkan kedalam fitting yang didalamnya sudah ada pengunci (drat) dan seal nya, sehingga menciptakan sambungan yang kuat dan anti bocor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!